MASALAH OBESITAS

Pekanbaru(infobidannia), Obesitas atau kelebihan berat badan dapat  menyebabkan berbagai efek negatif untuk kesehatan. Anak-anak yang masih lugu tentu tidak memahami bahaya ini. Maka, merupakan tanggung jawab orang-tua menjaga agar anak mereka tetap sehat. Kita sebagai rang-tua harus mengetahui apa penyebab obesitas dan bagaimana cara mencegah atau mengatasi masalah obesitas anak.

PENYEBAB OBESITAS

Beberapa penyebab obesitas pada anak adalah:

  • Faktor genetik

Merupakan faktor keturunan dari orang-tua yang sulit dihindari. Bila ayah atau ibu memiliki kelebihan berat badan, hal ini dapat diturunkan pada anak.

1. Makanan cepat saji dan makanan ringan dalam kemasan

Makanan cepat saji sering disebut dengan istilah junk food atau makanan sampah merupakan makanan yang sangat disukai anak-anak. Makanan rasanya nikmat namun tidak memiliki kandungan gizi untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Maraknya restoran cepat saji merupakan salah satu faktor penyebab Anak-anak menyukai makanan cepat saji atau fast foodbahkan banyak anak yang akan makan dengan lahap dan menambah porsi bila makan makanan cepat saji. Padahal makanan seperti ini tidak banyak mengandung zat gizi, umumnya mengandung lemak dan gula yang tinggi yang menyebabkan obesitas. Kesibukan orang-tua akan menyebabkan penggunakan makanan cepat saji karena praktis dalam pengolahan dan cara menghidangkannya, walaupun kandungan gizinya buruk untuk anak. Selain itu, kesukaan anak-anak pada makanan ringan dalam kemasan atau makanan manis menjadi hal yang patut diperhatikan.

2. Minuman ringan

Sama seperti makanan cepat saji, minuman ringan (soft drink) terbukti memiliki kandungan gula yang tinggi sehingga berat badan akan cepat bertambah bila mengkonsumsi minuman ini. Rasa yang nikmat dan menyegarkan menjadikan anak-anak sangat menggemari minuman ini.

3. Kurangnya aktivitas fisik

Masa anak-anak identik dengan masa bermain. Dulu, permainan anak umumnya adalah permainan fisik yang mengharuskan anak berlari, melompat atau gerakan lainnya. Tetapi, hal itu telah tergantikan dengan game elektronik, komputer,Internet, atau televisi yang cukup dilakukan dengan hanya duduk di depannya tanpa harus bergerak. Hal inilah yang menyebabkan anak kurang melakukan gerak badan sehingga menyebabkan kelebihan berat badan.

AKIBAT OBESITAS

Penyakit yang dapat ditimbulkan akibat obesitas adalah diabetes, darah tinggi, atau penyakit jantung. Penyakit-penyakit yang dulu dianggap sebagai penyakit usia lanjut dan dewasa, kini dapat dialami pada anak akibat adanya timbunan lemak, kolesterol dan gula yang terdapat dalam tubuh. Gangguan pernapasan atau asma berisiko lebih besar dialami anak yang mengalami obesitas.

Anak-anak dengan obesitas atau kegemukan biasanya akan mengalami kesulitan bergerak dan pertumbuhannya terganggu karena timbunan lemak yang berlebihan pada organ-organ tubuh yang seharusnya berkembang. Disamping itu anak juga akan mengalami efek psikologis, misalnya ejekan dari teman-teman sekelas pada anak-anak yang telah bersekolah atau teman sebayanya.

Bagaimana mengukur obesitas?

Untuk mengukur obesitas digunakan ukuran  indeks massa tubuh (IMT). IMT dihitung dari: Berat badan (Kg) dibagi Tinggi badan kuadrat (M2)

Berat-badan (Kg)
Tinggi-badan2 (M2)

Kisaran normal IMT Asia-Pasifik 18,5-22,9 kg/m².Lebih dari itu masuk kelompok berisiko, dan bila IMT di atas 25 kg/m² disebut sebagai obesitas.

Contoh: Bila tinggi badan 160 cm dan berat badan 70 kg. Maka IMT=

70 kg = 70 kg = 27,4 kg/m2
(1,6 X 1,6) m2 2,56 m2  

IMT 27,4 berarti dalam keadaan obesitas dan dianjurkan menurunkan berat badan dalam kisaran 49 – 60 kg agar mencapai IMT 18,5 – 22,9

Sayangnya  IMT tidak mencerminkan distribusi timbunan lemak di dalam tubuh. Untuk menilai timbunan lemak perut dapat digunakan rasio lingkar pinggang dan pinggul (RLPP) atau mengukur lingkar pinggang (LP) saja karena lebih praktis. Cara ini mudah, dengan menggunakan pita meteran (seperti yang digunakan oleh penjahit) diukur bagian-bagian tubuh untuk mengetahui banyaknya lemak tubuh.

Solusi untuk mengatasi dan mencegah Obesitas

Bila kita memiliki anak dengan kelebihan berat badan atau obesitas, sebaiknya tidak memaksakan diet ketat untuk anak karena hal ini dapat mengganggu pertumbuhan dan kesehatannya. Tetapi kita dapat mengatasi obesitas anak atau mencegahnya agar tidak mengalami obesitas.

Berikut langkah-langkah yang dapat kita lakukan untuk mengatasi obesitas anak atau mencegahnya agar tidak mengalami obesitas.

a. Perhatikan makanan yang akan diberikan untuk anak

Kurangi mengkonsumsi makanan cepat saji atau fast food, makanan ringan dalam kemasan, minuman ringan, cemilan manis atau makanan dengan kandungan lemak tinggi. Sebaliknya, sajikan daging dan sayuran segar. Perbanyak konsumsi buah dan susu yang baik untuk pertumbuhan anak. Berikan porsi yang sesuai dan jangan terlalu berlebihan.

b. Berikan sarapan dan bekal untuk anak

Sarapan merupakan awal baik untuk anak saat memulai harinya. Ini diperlukan agar anak dapat kuat saat beraktivitas di sekolah dan mencegah makan berlebihan setelahnya. Dengan membawa makanan dari rumah, orang-tua dapat mengontrol gizi anak dan menghindari agar anak tidak perlu jajan di luar.

c. Perbaiki teknik mengolah makanan

Jangan terlalu banyak menggoreng makanan agar tidak terlalu banyak lemak yang dikonsumsi. Anda dapat mencoba untuk mengukus, merebus atau memanggang makanan agar makanan lebih sehat.

d. Tetapkan aturan makan

Biasakan untuk  makan di meja makan dan bukan di depan televisi atau komputer. Banyak orang akan tidak menyadari berapa banyak makanan yang sudah disantapnya bila dia makan sambil menikmati tayangan televisi atau di depan komputer.

e. Batasi kegiatan menonton televisi, video game atau penggunaan komputer

Karena  kegiatan tersebut akan membuat anak malas bergerak, Sebaiknya diberlakukan aturan tegas tentang berapa lama kegiatan tersebut  boleh dilakukan. Selanjutnya bantu anak untuk menyenangi kegiatan lain seperti bersepeda, bermain bola atau sekedar lompat tali.

f. Lakukan kegiatan yang memerlukan aktivitas fisik

Rencanakan untuk melakukan kegiatan olahraga bersama seperti jogging, lari pagi, berenang, badminton atau olahraga lainnya. Atau bisa juga merencanakan liburan bersama di pantai, kebun binatang atau taman sehingga anak dapat lebih banyak berjalan kaki.

Anak adalah anugerah Allah yang luar biasa dan adalah tanggung jawab kita sebagai orang tua untuk membantunya tumbuh dan berkembang secara optimal dengan memberikan yang terbaik. Jadi ingatlah bahwa kegemukan atau obesitas bukanlah sesuatu yang baik untuk anak kita.

About sitimaulidaniah

we thanks for share for everyone whos care about midwifery

Posted on 28 Mei 2011, in Gizi, Kesehatan Umum. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: