MENDETEKSI ADANYA OVULASI

Pekanbaru(infobidannia), Ovulasi adalah lepasnya sel telur dari ovarium. Rentang waktu (1-2 hari) disekitar ovulasi adalah masa subur. Berhubungan intim diluar masa subur tidak mungkin menghasilkan kehamilan. Ovulasi selalu terjadi pada 14 hari SEBELUM berikutnya. Untuk mengetahui kapan pastinya ovulasi dibutuhkan siklus haid yang jelas. Siklus haid adalah rentang waktu/jumlah hari dari hari pertama haid ke hari pertama haid berikutnya. Siklus haid bisa bervariasi pada wanita bahkan dari bulan ke bulan. Pada siklus haid yang tidak beraturan ada rumus yang dapat digunakan. Teknik menggunakan perhitungan kalender.

Ovulasi sering terjadi sekitar 14 haridari siklus haid, meskipun waktu yang tepat dapat bervariasi pada wanita atau bahkan dari bulan ke bulan.

Gejala dan tanda ovulasi

Gejala dan tanda ovulasi kadang tidak jelas. Tepat sebelum ovulasi Anda akan mendapatkan lendir serviks yang lebih banyak, jernih, encer dan mudah diregang. Lendir mirip dengan zat putih telur. Segera setelah  ovulasi lendir servik segera mengental, keruh dan lengket.

Suhu basal badan (SBB) Anda akan sedikit meningkat saat ovulasi. Pemeriksaan dilakukan dengan mengukur suhu tubuh pagi hari sebelum melakukan kegiatan apapun dan tidak dilakukan dalam keadaan sakit.  Pengukuran dilakukan sejak awal haid hingga haid berikutnya. Anda dapat menggunakan termometer air raksa atau yang digital. Pengukuran dilakukan di bawah lidah. Sediakan grafik yang dapat di plot pola suhu yang diukur.

Pada beberapa wanita, ovulasi dapat menimbulkan rasa nyeri ringan/kram pada perut bawah. Penyebabnya adalah perdarahan yang timbul dari folikel telur yang pecah saat mengeluarkan sel telur. Pada keadaan ekstrim perdarahan dapat sangat banyak yang membutuhkan operasi darurat.

Selain itu saat ini tersedia kit yang dapat mendeteksi adanya ovulasi (ovutest) menggunakan air seni. Kit tersebut mirip dengan kit untuk mendeteksi kehamilan hanya berbeda jenis hormon yang dideteksi. Ovutest mendeteksi adanya peningkatan hormon LH (Leutinizing Hormone).

Untuk memaksimalkan peluang untuk hamil lakukan hubungan intim beberapa kali dalam masa subur sehingga pooling sperma pada forniks posterior vagina menjadi lebih banyak.

About sitimaulidaniah

we thanks for share for everyone whos care about midwifery

Posted on 3 Juni 2011, in Kebidanan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: