PERTOLONGAN PERSALINAN BEKAS SEKSIO SESARIA

Pekanbaru(infobidannia), Diktum tentang “once a cesarean always a cesarean” mendominasi praktik obstetri sampai sekitar tahun 1970. Konsep ini mengalami perubahan sekitar 25-30 tahun dengan memperkenalkan “trial of labor” yang menyatakan bahwa ternyata tidak selalu harus melakukan seksio sesarea. Pada kasus yang memiliki panggul normal dalam indikasi seksio sesarea tidak bersifat permanen, trial of labor mempunyai tempat khusus dan hasilnya makin banyak dilaporkan persalinan per vaginam setelah persalinan seksio sesarea profilaksis plasenta previa, sungsang, lintang, atau hamil ganda.

Dengan konsep yang kami kemukakan well born baby dan well health mother ternyata permintaan masyarakat akan seksio sesarea makin meningkat dan indikasinya pun semakin liberal. Bentuk-bentuk operasi per vaginam yang bersifat heroik dan terutama mengakibatkan peningkatan morbiditas dan mortalitas bayi makin lama makin ditinggalkan. Demikianlah dapat ditetapkan bahwa tindakan operatif transvaginal pada kedudukan bagian terendah kurang dari H III seluruhnya ditinggalkan dan sebagai gantinya dilakukan seksio sesarea.
Ternyata tindakan dan sikap ini dapat menekan morbiditas dan mortalitas maternal dan bayinya.

Sekalipun demikian, pertimbangan untuk memberikan kesempatan persalinan pervaginam untuk pascaseksio sesarea perlu diberikan, terbukti dengan makin meningkatnya laporan yang menunjukkan keberhasilannya melalui trial of labor (persalinan percobaan).

Kemungkinan untuk memberikan kesempatan persalinan per vaginam pada bekas seksio sesarea dapat dibenarkan bila:
a. insisi seksio sesarea klasik (ruptura uteri 4-9%);
b. insisi bentuk T di bagian bawah (rutura uteri 4-9%);
c. tidak terdapat bekas luka lainnya;
d. terdapat fasilitas untuk melakukan tindakan gawat darurat; e. pernah terdapat persalinan per vaginam percobaan (trial of labor) dengan kemungkinan ruptura uteri.

Dalam memberikan kesempatan persalinan percobaan harus dipertimbangkan keuntungan sebagai berikut:
a. Dapat menurunkan morbiditas dan mortalitas maternal dan perinatal.
b. Menurunkan biaya tindakan.
c. Tidak memerlukan transfusi darah.

Kerugian memberikan kesempatan persalinan percobaan adalah:

a. kerugian waktu sehingga dapat meningkatkan morbiditas, mortalitas, dan perinatal, apalagi sampai dengan ketuban pecah;
b. biaya yang lebih besar diperlukan bila harus mendadak melakukan seksio sesarea;
c. keterlambatan tindakan seksio sesarea dapat berakibat fatal karena terjadi ruptura uteri.
Dengan demikian, evaluasi terhadap persalinan bekas seksio sesarea harus dilakukan dengan cermat sehingga berbagai faktor dapat dipertimbangkan. Di samping itu, mengingat besarnya atau terdapatnya peluang komplikasi persalinan percobaan, kepada penderita harus dilakukan informed consent agar penderita dapat memutuskan untuk menerima atau menolak sehingga dapat dilakukan seksio sesarea dengan segera.

Pustaka
Kepaniteraan Klinik Obsterri & Ginekologi

About sitimaulidaniah

we thanks for share for everyone whos care about midwifery

Posted on 22 Juni 2011, in Kebidanan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: