COKELAT SEBAGAI ANTI OKSIDAN DAN CEGAH STROKE

Pekanbaru(infobidannia), Siapa yang tidak kenal dengan si cokelat yang satu ini, rasanya yang enak dan manis membuat para penikmatnya makin ketagihan untuk mencoba. Ternyata dibalik rasanya yang nikmat itu terkandung manfaat yang luar biasa pula. Sehingga menjadikan para penikmatnya enggan untuk menolaknya. Siapakah dia? Apalagi kalau bukan Cokelat…..

Ternyata satu atau dua cangkir cokelat panas sehari merupakan cara praktis menambah asupan antioksidan. Pasalnya, studi terbaru menunjukkan kalau tepung cokelat lebih kaya antioksidan dibandingkan minuman lain seperti teh dan bahkan anggur merah.

Diminum

Peneliti dari Cornell University menemukan kalau minuman cokelat panas mengandung lebih banyak antioksidan per gelasnya. Selain itu, minuman ini merupakan alternatif yang lezat untuk mendapatkan dan mempertahankan diet sehat kaya antioksidan sehat. Antioksidan merupakan zat kimia yang dinyatakan efektif melawan kanker, penyakit jantung dan proses penuaan.

Haruskah diminum? Menurut peneliti, meskipun bubuk cokelat bisa ditemukan pada berbagai produk, seperti cokelat batangan, minum merupakan cara yang paling efektif dalam memaksimalkan manfaat sehatnya. Hal ini karena cokelat batangan kaya akan lemak-lemak jenuh. Satu batang cokelat 40 gram misalnya, mengandung sekitar 8 gram lemak jenuh. Jumlah ini jauh lebih besar dibandingkan dengan jumlah lemak jenuh rata-rata dalam secangkir cokelat panas (0.3 gram).

Selain itu, minum bubuk cokelat murni bisa membantu Anda mendapatkan berbagai manfaat positif dalam hal pengaturan tekanan darah dan metabolisme glukosa. Akan tetapi, orang-orang cenderung mengonsumsi cokelat olahan yang telah mengandung berbagai komponen yang tidak diinginkan (seperti gula, sirup jagung, lemak susu/krim susu, serta minyak yang telah dihidrogenasi). Dalam produk olahan ini, kandungan bubuk cokelatnya biasanya kurang dari 20%.

Kurangi risiko penyakit

Minum cokelat dinyatakan bisa mengurangi risiko stroke, gagal jantung, kanker dan diabetes hingga kurang dari 10%. Bubuk cokelat alami mengandung kadar epicatechin tinggi. Epicatechin merupakan salah satu dari kelompok zat kimia yang dikenal dengan flavonoid (berfungsi memperbaiki sirkulasi dan faktor pendukung kesehatan jantung lainnya).

Fakta menunjukkan kalau masyarakat Kuna (Indian yang hidup di pulau San Blas) yang minum banyak bubuk cokelat kaya flavonoid (3-4 gelas sehari) jarang mengalami tekanan darah tinggi serta tanda-tanda penyakit jantung lainnya. Selain memperlancar sirkulasi darah, tes laboratorium juga menunjukkan kalau flavonoid bisa merilekskan jaringan pembuluh darah.

Kandungan flavonoid pada bubuk cokelat diyakini menjaga kesehatan jantung karena mampu mengubah sejumlah proses patologikal yang terlibat dalam perkembangan penyakit kardiovaskular. Flavonoid ini bekerja dengan:

Menghambat oksidasi kolesterol jahat LDL oleh radikal bebas (langkah awal pembentukan plak di arteri/atherosclerosis).

Menekan kecenderungan sel-sel darah kecil (platelets) menempel terhadap satu sama lain dan membentuk pengentalan darah. Hal ini dikenal dengan efek aspirin.

Mengatur peradangan dan respon imun di dalam dinding pembuluh darah.

Mengatur kelenturan pembuluh darah, atau tingkat kontraksi pembuluh darah kecil, yang turut mempengaruhi tekanan darah tinggi.

Manfaat lainnya. Meskipun sebagian besar penelitian fokus pada kesehatan kardiovaskular, para ilmuwan juga mempelajari efek flavonoid bubuk cokelat dalam melawan kanker dan penyakit yang berkaitan dengan peradangan atau gangguan fungsi imun. Hasil studi melaporkan kalau bubuk cokelat potensial mengatasi diare karena kandungan flavonoid di dalamnya mampu menghambat sekresi cairan dalam usus halus.

Sebuah penelitian lain mengemukakan bahwa perempuan memerlukan konsumsi cokelat dalam jumlah banyak supaya dapat menurunkan risiko stroke. Ini diutarakan para peneliti dari Institut Karolinska, Swedia, seperti dilaporkan dalam Journal of American College of Cardiology.

Konsumsi cokelat pada perempuan telah terbukti mengurangi tekanan darah diastolik dan sistolik dalam percobaan jangka pendek. Cokelat juga telah terbukti meningkatkan fungsi endotel dan trombosit serta meningkatkan resistensi insulin.

Susanna Larsson PhD dan timnya melakukan penelitian pada 33.372 perempuan dewasa berusia 49-83 tahun tanpa riwayat stroke, penyakit jantung koroner, stroke, atau diabetes.

Seperti dikutip dari Reuters Health, Senin (10/10), peneliti menemukan bahwa perempuan yang makan setidaknya dua batang coklat setiap minggu memiliki risiko 20 persen lebih rendah terkena stroke jika dibandingkan dengan perempuan lain dengan usia dan berat badan sama tapi jarang atau tidak pernah makan cokelat.

Para peneliti menjelaskan bahwa kakao mengandung flavonoid, antioksidan kuat yang dapat menekan LDL, low-density lipoprotein, yang dapat menyebabkan penyakit jantung stroke dan lainnya

About sitimaulidaniah

we thanks for share for everyone whos care about midwifery

Posted on 31 Oktober 2011, in Info Cantik Wanita. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: