ANGIN DUDUK…???

Pekanbaru(infobidannia), Angin duduk adalah sebuah istilah yang sering digunakan untuk merujuk kepada suatu penyakit dan bukan merupakan istilah standar bidang kedokteran dapat menimbulkan salah kaprah, salah satunya adalah istilah angin duduk, yang mungkin bisa dianggap tidak berbeda jauh dengan masuk angin. Pada kenyataannya angin duduk mempunyai dampak sangat berbeda dengan masuk angin, yang masuk katagori penyakit ringan.

Namun belakangan ini istilah tersebut mulai jarang digunakan setelah edukasi kepada masyarakat mulai semakin membaik. Istilah nyeri dada atau angina kini mulai semakin populer dan dipahami masyarakat dibandingkan dengan angin duduk. Kedua istilah ini lebih tepat dan lebih sesuai dengan bahasa kedokteran.


Angina, atau lebih tepat lagi angina pectoris, adalah penyakit yang sangat berbahaya, yang gejala utamanya adalah nyeri dada sebelah kiri. Nyeri ini terutama akan muncul ketika kita tengah melakukan aktivitas fisik atau berolah raga. Namun bukan tidak mungkin nyeri juga muncul ketika kita beristirahat. Intensitas nyeri bisa samar, karena berlangsung singkat, atau cukup hebat sehingga terasa menggigit di dada sebelah kiri dan terus merambat ke bahu dan lengan sebelah kiri. Nyeri dada dirasakan oleh penderita selama 5 – 30 menit, dan kemudian akan menghilang dengan beristirahat atau minum obat.

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh dr. H. Djoko Maryono, DSPD, DSPJ, ahli internis dan kardiologi dari RS Pusat Pertamina, menyebutkan bahwa orang-orang kita dulu biasa menyebutnya sebagai penyakit angin duduk (Hehehe…ada angin bisa duduk yah….). Padahal itu adalah Angina Pectoris.

Gejalanya memang mirip masuk angin biasa, hanya sedikit lebih berat. Tak mengherankan. Penyakit ini cenderung disepelekan.

Ciri-ciri pusing, mual dan kembung yang dialami penderita Angina pectoris memang nyaris serupa dengan penyakit masuk angin biasa. Hanya penderita juga merasakan dada sesak, nyeri dibagian ulu hati, keluar keringat sebesar jagung, serta badan terasa dingin. Sayangnya, hal ini sering tidak disadari sebagai indikasi adanya gangguan pada jantung yang sifatnya kritis.

Menurut dr, joko, 20% dari keluhan angina pectoris yang diperiksakan ke dokter atau rumah sakit ternyata terdeteksi sebagai penyakit jantung koroner akut. Penyakit ini merupakan gangguan pada jantung akibat adanya kelainan pada pembuluh koroner, sehingga darah tidak mampu mengantarkan zat-zat yang dibutuhkan oleh jaringan dinding rongga jantung. Karena itu, jika tidak terdeteksi sejak awal, penderitanya bisa mengalami sudden death.

Penyakit angina pectoris itu sendiri berupa perasaan tidak nyaman berkepanjangan, yang terjadi lebih dari 5 menit, akibat menurunnya tekanan darah yang memompa jantung. Akibatnya, jantung membutuhkan lebih banyak oksigen. Karena jantung tidak mampu memompa dengan sempurna, maka pembuluh darah mengadakan reaksi pemulihan berupa kontraksi guna mencukupi pengisian oksigen pada pompa jantung tadi, kontraksi itulah yang menimbulkan keringat dingin pada kulit.

Masuk angin yang satu ini ternyata bukanlah masuk angin biasa. “Yang biasa disebut angin duduk sesungguhnya adalah salah satu gejala penyakit jantung koroner, yang jika tidak segera ditangani penderitanya bisa langsung meninggal hanya dalam waktu 15-30 menit setelah serangan pertama” dr. Joko mengingatkan.

PERBAIKI GAYA HIDUP

Sumber masalah sesungguhnya terletak pada penyempitan pembuluh darah jantung (vasokonstriksi) . Penyempitan ini diakibatkan oleh empat hal :
– Pertama, adanya timbunan-lemak (aterosklerosis) dalam pembuluh darah  akibat konsumsi kolesterol tinggi.
– Kedua, sumbatan (trombosis) oleh sel beku darah (trombus);
– Ketiga, Vasokonstriksi atau penyempitan pembuluh.darah akibat kejang yang terus menerus.
– Keempat, infeksi pada pembuluh darah. Angina terjadi karena jantung kekeurangan oksigen, yang diperlukan untuk aktivitas jantung dalam memompa darah.

Kekurangan oksigen ini dapat terjadi kerena 2 hal :
1. Ada penyempitan pembuluh darah disekitar  jantung, dikenal sebagai arteri koroner.
2. Ada lonjakan kebutuhan oksigen oleh jantung karena kita tengah melakukan aktivitas atau berolah raga.
Nyeri merupakan bukti bahwa jantung sedang berteriak meminta pertolongan agar suplai oksigen ditambah.

Angina merupakan tanda peringatan bagi penderita agar memberi perhatian lebih kepada kesehatan jantung dan pembuluh darahnya, dengan cara :
1. Menjaga tekanan darah tetep normal.
2. Menjaga kadar gula darah tetap normal.
3. Menjaga kadar kolesterol dan trigliserida tetap normal.

Tanpa melakukan ketiga hal di atas, angina dapat berkembang menjadi serangan jantung, yang dapat merenggut nyawa.Oleh karena itu istilah angin duduk sama sekali tidak tepat dan sebaiknya tidak digunakan untuk merujuk suatu penyakit pada organ vital seperti jantung, yang dapat berakibat fatal.

” Gaya hidup masa kini yang kurang sehat dan tidak teratur adalah pemicunya”
tegas dr, Joko. Menurutnya, Zaman sekarang orang cenderung:

1. Melupakan pentingnya Olahraga

Kurang atau tak pernah olahraga akan menghambat kelancaran metabolisme tubuh. Akibatnya, akan terjadi pengendapan lemak yang perlahan-lahan dapat menyumbat lajunya aliran darah ke jantung.

Sementara itu, orang sekarang banyak yang mengaku tak punya cukup waktu olahraga (kalo saya sih males aja…), menjaga diri dari kemungkinan obesitas (kelebihan berat badan) juga berperan penting untuk kesehatan jantung, karena kelebihan lemak dapat meminimalkan gerak pompa jantung, (your waist is your heart, begitu kata orang jawa…pinggang kamu adalah kesehatan kamu ).

Jadi jaga ukuran pinggang anda, karena perutlah semua jenis lemak menumpuk. Untuk wanita, maksimal 80 cm, dan untuk pria, maksimal 90 Cm, karena jaga pola makan, hindari Junk Food, perbanyak asupan buah dan sayuran serta fiber, kondisi ini juga berlaku ketika dia berolahraga ekstra keras (seperti main bola, yang dituntut berlari2 bolak-balik terus menerus), itu juga memicu jantung berdebar dan darah bergerak cepat, dan jika dia mempunyai sumbatan2 dalam tubuhnya yang tidak diketahui, maka kejadian pembuluh darah pecahpun akan menimpanya (seprti Almarhum Benyamin S dan Basuki, mereka meninggal selagi bermain bola).

2. Hidup dalam kondisi stress

Menjauhkan diri dari stress, juga bisa mencegah kita dari penyakit jantung koroner, Pasalnya, dalam keadaan stress kinerja tubuh serta otak dipaksa untuk bekerja secara berlebihan, Hasilnya, kondisi tubuh selalu dalam keadaan letih dan porsi istirahat berkurang. “Kurangnya istirahat dapat mengakibatkan pengentalan darah, yang dapat meningkatkan hormon adrenalin, akibatnya bisa ditebak serangan jantung lebih gampang terjadi”

3. Sering tidur larut malam, maka untuk waktu kedepan anda harus merubah kebiasaan buruk ini.

4. Sering mencoba bermacam pola diet yang tidak sehat. Ada beribu jalan untuk hidup sehat, Tuhan memberikan kita sesuatu yang luar biasa banyaknya, setiap ada penyakit pasti Tuhan memberikan obatnya, tapi bukan itu masalahnya, pola hidup sehat dan seimbang harus kita jalani, “Mencegah lebih baik daripada mengobati.”

Ada beberapa tips yang bisa kita lakukan, mudah-mudahan berguna:

1. Minum Air putih minimal 8 gelas sehari
2. Banyak makan buah-buahan dan sayuran (serat alami)
3. Hindari stress, dan selalu sabar
4. Perbanyak berpuasa
5. Tidur yang cukup dan olahraga ringan diusahakan rutin

Sumber: Kang Purwo dan shvoong.com

About sitimaulidaniah

we thanks for share for everyone whos care about midwifery

Posted on 11 November 2011, in Kesehatan Umum. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: